INDRAMAYU (Pos Kota) – Hujan dalam sepekan terakhir sering mengguyur Indramayu, Jawa Barat membuat puluhan petani cabai ketar-krtir alias was-was. Kenaikkan harga cabai yang mencapai Rp50 ribu pet kilogram antara lain karens dipicu oleh hujan.

Hujan kata Tarman, 48 bisa dikatakan musuhnya petani cabai. Akibat sering turun hujan membuat tanaman cabai sulit bertahan hidup. Daunnya langsung menguning dan lama kelamaan sekitar 2 minggu kemudian mati.

Pemantauan Pos Kota di Kecamatan Kroya, Senin (24/11) banyak petani yang terpaksa memanen dini tanaman cabai sebelum mati karena sering diguyur hujan.

Advertisements

Nenanam cabai sangat cocok saat musim kemarau di lokasi sawah yang tidak tergenang air. Sebenarnya sangat mudah menanamnya karena bisa tumbuh di sembarang media. Termasuk di pot-pot plastik ataupun kaleng bekas. Tidak perlu penanganan yang rumit. Hanya saja tanaman cabai itu akan cepat mati kalau sering keguyur hujan.

Ia mengatakan, saar musim kemarau menanam cabai luasnya setengah hektar menghabiskan biaya Rp6 juta. Nampaknya penghasilan dari bertanam cabe itu cuma pas modal. Sebab keburu hujan sering turun merusak tanaman cabai.

Makanya kata Tarman jika hargs cabai di kota mencapai di atas Rp50 ribu pet kilogram itu masuk akal. Harga cabai di tingkat petani sajs sudah mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. (taryani

Advertisements