kebun tembakaukebun tembakauKENDAL – Petani tembakau di Kabupaten Kendal dari hari ke hari diperkirakan semakin sedikit. Hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang mulai enggan menanam tembakau akibat harganya yang mulai jatuh. Selain itu, pabrikan yang selama ini membeli tembakau hasil produksi petani Kendal, juga berangsur-angsur mulai pindah ke daerah lain.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APJTI) Kendal, H Mundakir SIP, beberapa waktu lalu mengatakan, realisasi tanam tembakau pada tahun ini di Kendal hanya mencapai 3.000 hektar. Padahal Pemkab Kendal melalui Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K), mendapatkan target untuk menanam tembakau seluas 4.000 hektar dari Provinsi Jateng. “Baru kali ini realisasi tanam tembakau dari petani Kendal lebih rendah dari target yang telah ditetapkan Pemprov Jateng,” ujarnya.

Dikhawatirkan, jika hal ini terus menerus terjadi maka kejayaan tembakau Kendal akan terancam pudar. Selama ini, banyak petani tembakau mengeluhkan harga tembakau yang selalu turun karena harga standar yang ditentukan pabrikan terlalu minim. Kejayaan tembakau di Kabupaten Kendal dimulai pada tahun 1977, dimana pada waktu itu, harga satu Kilogram tembakau setara dengan satu gram emas atau sekitar Rp300 ribu.

“Sekarang, harga satu gram emas telah naik menjadi Rp400 ribu, tapi harga tembakau justru kebalikannya, yakni semakin terpuruk,” bebernya.

Pada kesempatan lain, Kabid Perkebunan pada DP3K Kendal, Haryanto, mengungkapkan, kondisi tembakau Kendal saat ini dalam keadaan tak menentu, setelah ditinggalkan oleh pabrikan pembeli hasil tembakau. Mereka beralasan bahwa kualitas tembakau Kendal saat ini tak sebagus dulu lagi.

“Kualitas tembakau cenderung menurun diduga karena beberapa hal seperti pemilihan benih yang salah, urea yang berlebihan maupun menanam tembakau di bekas lahan bawang merah yang mengandung zat Chlor cukup tinggi. Hal tersebut mengaklibatkan kualitas tembakau menjadi rencah,” tambahnya.

Sumber berita: radarpekalonganonline.com

Advertisements

Artikel Terkait Lainnya

JAKARTA – Dewan Karet Indonesia optimistis dapat meningkatkan serapan karet alam domestik hingga 1 juta ton per tahun dari total produksi karet alam Indonesia sekitar 3,1 juta ton per tahun.  Hal ini asalkan pemerintah serius mengimplementasikan instruksi presiden (inpres) tentang peningkatan serapan domestik untuk karet alam pascapenerbitannya, yakni mewajibkan setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah […]

Uni Eropa mengapresiasi terhadap kebijakan Indonesia dalam menerapkan sistem Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada industri kelapa sawit. Sehingga produk kelapa sawit aman bagi kesehatan dan juga ramah lingkungan. Kepala Sekretariat ISPO Herdrajat Natawidjaya mengatakan, apresiasi Uni Eropa kepada Indonesia tercermin dalam menerima delegasi Indonesia pada sosialisasi ISPO di negara Eropa, seperti Belanda, Belgia, […]

Keputusan pemerintah menjalankan dan mengelola dana minyak sawit akan membawa dampak bagi perkembangan industri minyak sawit di masa depan. Terutama ketika industri minyak sawit menghadapi situasi sulit seperti sekarang. Joko Supriyono, Ketua Umum GAPKI menyatakan hal ini ketika membuka Indonesian Palm Oil Conference yang ke 11. Indikator berada dalam situasi sulit ditunjukkan dengan harga […]

Jusuf Kalla saat membuka IPOC di BaliAda 4 hal yang harus dilakukan oleh industri kelapa sawit Indonesia yaitu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, devisa yang dihasilkan semuanya disimpan di dalam negeri, memperhatikan lingkungan dan meningkatkan nilai tambah dengan membangun industri hilir. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyatakan hal ini ketika membuka Indonesian Palm Oil […]

Malaysia dan Indonesia masing-masing akan menanamkan US$5 juta untuk operasi-operasi awal badan minyak kelapa sawit gabungan yang baru, yang tugas-tugasnya termasuk menstabilkan harga dan mengelola tingkat pasokan, menurut pihak berwenang di kedua negara Sabtu (21/11). Sekretariat dewan akan berlokasi di Jakarta dan keanggotaan akan diperluas ke seluruh negara-negara penanam kelapa sawit, termasuk Brazil, Kolombia, Thailand, […]