BANDUNG (Pos Kota) – Akibat banjir di Ibukota Jakarta, petani cabai di Bandung, Garut dan Ciamis, meradang. Pasalnya, cabai hasil panen raya mereka mulai membusuk akibat tak bisa dipasarkan ke Jakarta. “ Cabai kini hancur. Harganya Rp 6 ribu per kilogram,“ kata Dudi,45, petani cabai asal Pangelengan, Kabupaten Bandung, Kamis (12m/2).

Melalui telepon selulernya, ia menambahkan, cabai membusuk karena kesulitan untuk dipasarkan. Kota besar pemesan terbesdar cabai sedang banjir sehingga permintaan kosong. “ Lagi pula sebagian wilayah Bandung pun sama dilanda banjir,“ ujarnya.

Harganya, lanjut dia, untuk cabai kualitas biasa Rp 5000/kg, super Rp 6000/kg dan cabai rawit Rp 8000/kg.Kalau Jakarta masih lama diterjang banjir kemungkinan besar cabai di petani akan membusuk.

Advertisements

Nasib sama dialami petani cabai di Garit dan Ciamis. Mereka menderita setelah panen raya cabai ternyata tak belum bisa ditukar uang karena kesulitan dipasarkan.

“ Kami mengangkut cabai ke Jakarta. Jakarta banjir, canbai menumpuk,“ ucap Pipin,40, petani asal Ciamis.

Dia menegaskan, petani  yang memiliki 100 hektar kebun cabai setengahjnya hasil produksi tak bisa dipasarkan. “ Banyak  yang busuk karena Jakarta tak menerima kiriman cabai hasil petani Sukamantri Ciamis“.
Ia pun mengakui, nasib itu pun dialami petani asal Garut. (Dono)

Advertisements