TAMBORA (Pos Kota) – Meski harga BBM turun, namun harga kebutuhan pokok masih tetap tinggi. Bahkan harga telor terus naik hingga mencapai Rp 22.000/Kg dan cabai rawit merah tembus Rp 100.000/Kg. Kondisi ini membuat ibu-ibu rumah tangga ‘kelimpungan’ mengatur uang belanja.

“Pusing, kalau mikirin harga-harga sembako. Percuma BBM turun kalau harga-harga semua kebutuhan masih tetap mahal, mana gaji kan nga naik,” ucap Ny. Rosdiana, 35, warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), saat belanja di Pasar Jembatan Besi, Rabu (7/1).

Tedy, 39, pedagang sembako di Pasar Jembatan Besi mengaku dirinya juga ikut pusing memikirkan kenaikan harga-harga. Karena setiap saat cepat berubah sehingga membuat bingung untuk menjualnya. “Kami juga bingung, mau menjualnya karena harga cepat berubah,” ucapnya.

Advertisements

Di Pasar Jembatan Besi , menurut Tedy, harga telor sebelumnya Rp 20.000/Kg menjadi Rp 22.000/Kg, Jengkol juga ikut-ikutan naik dari Rp 13.000/Kg menjadi Rp 19.000/Kg. Sedangkan untuk kebutuhan yang lain masih tetap tinggi.

Cabai rawit merah Rp 100.000/Kg, cabai hijau Rp 60.000/Kg, cabai merah keriting Rp 80.000/Kg, kentang Rp 10.000/Kg, bawang merah Rp 20.000/Kg, tomat Rp 6.000/Kg, bawang putih Rp 20.000/Kg, minyak goreng Rp 11.500/Kg, beras IR III Rp 10.000/Kg dan daging sapi murni Rp 100.000/Kg.

Rosdiana dan Tedy, berharap agar pemerintah cepat mengambil tindakan mengendalikan harga-harga sehingga tidak memberatkan masyarakat dan membuat bingung pedagang. (tarta)

Advertisements